Mengetahui Bagian Dalam Kak’bah

Posted on

Isi-Dalam-Ka'bah

Kak’bah Pusatnya Tempat Ibadah Kaum Muslimin Dan Muslimah

Isi Dalam Kak’bah—Pusat tempat ibadah bagi kaum muslimin dan muslimah adalah di tanah suci. Dimana di tanah suci terdapat Kak’bah yang juga merupakan kiblat ketika shalat bagi kaum muslimin dan muslimah. Ketika beribadah di tanah suci, kaum muslimin dan muslimah mengerjakan ibadah yang sangat berbeda dan rangkaian tata caranya pun berbeda dari ibadah yang lainnya. Ibadah tersebut bisa dilakukan dengan menunaikan ibadah Umroh Ramadhan dan ibadah haji. Kedua ibadah tersebut merupakan ibadah yang sangat diinginkan terutama bagi kaum muslimin dan muslimah yang ingin meningkatkan kualitas ibadahnya dan menambah keimanan dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Akan tetapi, dalam benak sebagian kaum muslimin dan muslimah terkadang sering bertanya-tanya apakah yang ada di Isi Dalam Kak’bah yang sering dikunjungi  oleh sebagian atau seluruhnya kaum muslimin dan muslimah dari berbagai dunia?

Mengenai Isi Dalam Kak’bah, berbagai pendapat telah memberikan keterangannya dari masing-masing para ahli. Namun, bangunan yang dibangun ulang oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam pada tahun 605 Masehi ini, yang kemudian diletakkan Batu Hajar Aswad di dalamnya, masih membuat heran para kaum muslimin dan muslimah karena adanya berbagai pendapat yang telah beredar dikalangan masyarakat terutama kaum muslimin dan muslimah itu sendiri. Sebagai kaum muslimin dan muslimah yang kritis dan cerdas dalam menimba ilmu, alangkah baiknya mempercayai mengenai Isi Dalam Kak’bah yang keterangannya positif dan berhubungan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bila sudah demikian, pasti Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengetahui apa yang ada di dalam isi hati seorang hamba-Nya. Apakah isi hatinya bertambah keimanannya atau tidak. Wallahu ’alam bishawab..

Berbagai Pendapat Mengenai Isi Dalam Kak’bah

Bila manusia biasa  yang tidak memiliki keistimewaan dalam hal jabatan atau yang lainnya saja sudah bahagia ketika mengunjungi Baitullah, apalagi orang istimewa misalnya seperti Raja Arab atau orang-orang berkepentingan yang lainnya yang bisa mengetahui Isi Dalam Kak’bah, pastinya sungguh lebih bahagia lagi bukan? Nah, untuk menambah ilmu, mari baca artikel Travel Umroh Haji Khazzanah Tour untuk mengetahui apa yang dilihat Isi Dalam Kak’bah oleh orang-orang yang pernah memasukinya.

  1. Pendapat Al Azraqi

Singkat cerita saja, pada tahun 858 Masehi Al Azraqi ini memperkaya pengetahuan mengenai Isi Dalam Kak’bah setelah Kak’bah dibangun ulang. Di dalam Kak’bah terdapat pepohonan, malaikat, dan para nabi. Tidak lupa pula dengan patung sosok Nabi Ibrahim yang menyerupai pria tua renta. Namun Rasulullah Shallahu’alaihi Wasalam memberikan perintah untuk menghapus itu semua. Agar tidak dijadikan untuk mengadu nasib bagi para kaum muslimin dan muslimah terutama yang hidup di jaman sekarang. Selain itu ada juga tiga kursi yang terbuat dari emas murni yang dibalut dengan kain sutra dan dibawahnya terdapat marmer bewarna merah. Pada bagian atapnya pun terdapat 4 lubang cahaya/loteng/rawazim) berbentuk bujur sangkar yang menghadap rukun Yamani, rukun Al Ghabi, Hajar Aswad dan silinder tengah.

  1. Pendapat Nashr Khasr Al Khurrasani

Pada tahun 1004-1088 Masehi Isi Dalam Kak’bah lantainya berlapiskan marmer putih, tiga bilik kecil berupa toko, tiang penopang Kak’bah berbentuk segi empat yang terbuat dari kayu saj dan yang satunya berbentuk tabung. Bagian utara tedapat potongan marmer warna merah dan dindingnya berlapiskan marmer bewarna-warni.

  1. Pendapat Ibnu Jair

Sebelah kiri baru memasuki pintu Kak’bah ada rukun atau sudut yang dibagian luarnya ada Hajar Aswad, ada 2 kotak berisikan Al Qur’an dan diatasnya terdapat 2 pintu seperti jendela kecil terbuat dari perak. Benda serupa juga terdapat di rukun Yamani, tetapi keduanya telah dihilangkan yang terdapat bingkai kayu. Dari Isi Dalam Kak’bah pengunjung bisa melihat rukun Iraqi dan bab Ar Rahmah. Ada celah penghubung ke atap dari bab Ar Rahmah. Bagian terbawah terdapat ruangan yang berisi tempat Nabi Ibrahim berdiri.

Wallahu ‘alam bishawab..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *